Jumat, 25 Mei 2012

puisi bikinan sendiri


SADARLAH
Marsya Yanidaputri
Haru….
Betapa harunya hati ini
Melihat anak kecil dijalanan
Seperti merpati tak bersayap
Seperti hiu tak berinsang
Pilu…..
Betapa pilu hati ini
Melihat rakyat tak berdaya
Seperti teratai tak berdaun
Seperti mercusuar tak bercahaya

Menjalani hidup tanpa arah
Menyusuri jalan dalam kegelapan
Menyebrang lautan tanpa mata angin
Melewati panasnya gurun tanpa air

                Bertebaran uang tiap hari di negeri ini
Tapi mengapa?
Mengapa masih banyak rakyat yang gersang?
Haus akan kebijakan sang pemimpin

Begitu banyak bencana menyergap
Bagai daun yang jatuh dari pohonnya
Bagai bongkahan batu yang menyerang
Dan mati ditelan sang ombak
Satu demi satu jiwa terbang
Hanya karena kebutaan akan harta
Berhamburnya serpihan kecil untuk nafsu semata
Lelap dalam indahnya duniawi
                Tidakkah engkau melihat
Butiran pasir yang tak bersalah
Tidakkah engkau menyadari
Betapa tersiksa mereka akan pejaman matamu

Tuhan…..
Berikan aku kesempatan
Hanya untuk memberikan sesuap nasi
Membantunya melawan badai matahari
Tuhan….
Berikan aku petunjuk
Tuk memberi cahaya bagi sang pemimpin
Melawan gelapnya jiwa yang hitam
Melawan kerasnya pikiran yang membeku

Bayangkan……
Betapa indahnya berbagi
Bagai pelangi disore hari
Bagaikan bintang yang berpijar
Bagai hembusan angin yang menyegarkan jiwa

Wahai generasi muda
Waha jiwa yang murni
Inilah saatnya
Nasib Negara dalam genggaman kita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar